Skip to main content

Kekuatan FOKUS

Temukan Satu Hal, Lalu

Fokuslah Pada Hal Itu

Menyair adalah pekerjaan serius... Bila kau sedang menuliskan sajak, kau harus melakukannya secara sungguh-sungguh, seintens mungkin, semaksimal mungkin…kau harus mencari dan menemukan bahasa. Yang tidak menemukan bahasa

tak kan pernah disebut penyair.

- Sutardji Calzoum Bachri -

VONIS, FOKUS. Kepada ibunya, guru sekolah dasarnya bilang, dia tidak akan pernah sukses. Anak itu menderita kelainan mental. Ia susah sekali untuk bisa berkonsentrasi pada satu hal. Jangankan memfokuskan pikiran duduk diam sebentar saja bocah tidak pernah bisa.

Ibunya tahu anaknya menderita apa yang dalam istilah medis psikologi attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Tapi ia menolak vonis guru anaknya itu. Ia yakin anaknya bisa berhasil pada satu hal. Ia menyalurkan bakat anaknya pada ke satu hal yang tepat: ke kolam renang. Sejak umur sebelas tahun dia mulai berlatih berenang di North Baltimore Aquatic Club. Ia punya pelatih khusus sebab jika tidak dia tidak akan pernah bisa duduk di tepi kolam renang. Ia hiperaktif, berlari kesana kemari mengganggu orang lain.

“Ia tidak mau duduk. Ia tidak pernah mau diam. Ia tidak pernah berhenti bertanya. Ia sangat energik,” kata ibunya.

Dia sendiri mengenang masa kecilnya yang luar biasa nakal itu. “Seperti tikus kolam, lari ke sana kemari, mencuri jajan atau kacamata renang orang, mengagetkan orang lain dengan menepuk punggungnya, bikin kacau,” katanya.

Dunia kemudian kagum dan baru saja sejarah mengabadikan namanya. Di Olimpiade Beijing 2008 dia menjadi peserta olimpade terbaik. Ia olimpian terbaik. Dia meraih delapan medali emas dari kolam renang untuk negaranya, dan sepanjang tiga kali keikutsertaannya di perhelatan olahraga sedunia itu, dia sudah mengumpulkan 14 medali emas! Sebuah rekor atas namanya sendiri. Dan mengingat umurnya yang baru 23 tahun besar peluang dia akan menambah koleksi medali emasnya.

Ya, dialah Michael Phelps, perenang Amerika Serikat. Perolehan delapan emas dari satu olimpiade adalah rekor baru mengalahkan Mark Spitz yang diraih dalam Olimpiade Muenchen, 1972. Rekor yang berumur 36 tahun! Spitz pun tulus memuji, “Ia atlet terbaik sepanjang masa. Dia perenang terbaik yang pernah ada di muka bumi.”

Selain diuntungkan oleh keadaan fisiknya yang memungkinkan ia berenang lebih cepat, ada hal di luar itu yang bisa kita teladani dari Phelps.

1. Dia fokus pada satu hal. Divonis sebagai anak yang tak bisa memusatkan pikiran, Phelps dewasa justru punya kekuatan untuk berkonsentrasi pada satu hal, yaitu berenang lebih cepat daripada perenang lain. “Saya hanya harus meletakkan di tembok (kolam renang) sebelum yang lain melakukannya,” katanya.

2. Dia mengubah marah menjadi energi. Pada usia 15 tahun – artinya setelah berlatih baru empat tahun – ia sudah ikut tim nasional AS berlaga di Olimpiade Sydney. Ia bertanding di nomor gaya kupu-kupu 200 meter. Dia hanya bisa menempati posisi ke-5, dan pulang tanpa medali. Dia marah, dan kemarahannya dia jadikan energi untuk berlatih lebih keras. Hasilnya? Semua terbayar empat tahun kemudian di Olimpade Athena. Ia meraih enam medali emas dan dua perunggu.

3. Dia dikelilingi oleh orang-orang yang tepat. Ibunya Debbie Phelps, adalah ibu yang tahu potensi anaknya dan menyalurkannya pada hal yang tepat. Phelps juga dilatih oleh pelatih yang tepat, Bob Bowman yang tahu betul potensi anak asuhnya. “Phelps punya ketangguhan mental luar biasa. Ia mampu mengatasi semua harapan dan tekanan atmosfer olimpiade dan itu bikin dia jadi sangat fokus. Itu kemampuan terbaiknya,” kata Bowman.

Benar-benar tak ada yang rahasia, bukan? Tiga hal biasa yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Dan hasilnya? Saya kira siapapun yang menemukan satu hal yang dia cintai, lalu dia fokus pada hal itu, dan dia didukung oleh orang-orang yang tepat di sekeliling dia, maka dia bisa menjadi sebesar Phelps.

Ya, Phelps adalah orang normal, yang mungkin kita lebih beruntung karena tidak seperti dia yang ketika kecil punya kelainan. “Dia orang normal, dia hanya orang biasa. Tapi berasal dari planet lain, dari galaksi lain.” Itu komentar kagum dari pesaing Phelps di kolam renang, Alexander Sukhourov, perenang Rusia. [h]



Popular posts from this blog

Agar Hidup Bukan Sekedar Hidup?

Jika Hidup Sekedar Untuk Makan, Babi di Hutan Hidup Untuk Makan. Jika Hidup Sekedar untuk bekerja. Monyet di Hutan juga bekerja. Lantas buat apa aku hidup? Buat apa pula aku bekerja? Pertanyaan ini mengisi ruang-ruang pemikiran kepala saya. Beragam pertanyaan hadir. Apa sebenarnya maksud dari Buya Hamka? Dari kalam ini, apa yang beliau ingin pesankan? Sebagaimana lazimnya. Tatkala ada suara-suara hadir berupa pertanyaan. Senantiasa ada bagian dalam diri ini yang ingin menjawabnya. Seakan-akan saya tidak lagi sendiri. Bagian Ego dari sisi sebelah kanan atas memulai hipotesanya. “ Barangkali yang dimaksud adalah MISI ”. “ Ah tidak juga. Babi juga punya misi hidup. Yakni makan. Itulah misi hidupnya ”. Ego dari sisi sebelah kiri depan menjawab. “ Ya juga ”. Sang bijak merespon. Lalu apa? “ VALUE ”. Jawab sang Bijak. Kemudian dia menjelaskan.  Kalau memang babi mempunyai misi. Maka yang akan membedakan antara misi manusia dengan babi adalah dam...

Cangkir Yang Cantik

Assalamu'alaikum Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik "Lihat cangkir itu," kata si oma kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukka...

The Limit is Nothing

  Para Managers, Business Owners, Agen & Group Leaders,  Apakah Anda sedang berfikir untuk meningkatkan kinerja organisasi, bisnis dan team Anda? Apakah Anda merasa kesulitan untuk mewujudkan impian-impian Anda? Apakah Anda merasa telah berusaha maksimal tetapi hasilnya tidak seperti harapan Anda? Apakah Anda pernah merasa gagal dan peristiwa itu menjadi penghambat bagi kemajuan Anda? Apakah rasa tidak percaya diri, malu, dan takut ditolak menjadi penghambat tercapainya impian Anda? Apakah Anda merasa belum mempunyai pengalaman dan tidak punya keahlian dibidang penjualan, sehingga menjadi belenggu bagi Anda dalam mengembangkan bisnis? Apakah Anda merasa bosan dan putus asa, karena bisnis yang Anda jalani bergerak monoton dan biasa-biasa saja?  Apakah Anda menganggap bahwa Anda tidak memiliki waktu untuk menjalankan bisnis, sehingga menjadi alasan produktifitas Anda tidak bisa meningkat? Apakah ada suara-suara tertentu yang terus menerus mengiang-ngiang...